Analisis Filsafat Tentang Ayam dan Telur, Mana Lebih Dulu?

0
301
Analisis Filsafat Tentang Ayam dan Telur, Mana Lebih Dulu?
image: Google Image

“Mana yang lebih dulu? ayam atau telur”, ini adalah pertanyaan kuno yang sudah sangat melegenda, pertanyaan ini mungkin sudah berumur ratusan atau bahkan ribuan tahun, ini artinya sejak pertama kalinya pertanyaan tersebut dikemukakan oleh manusia, hingga saat ini belum ada jawaban yang pasti secara logika akal manusia.

Lalu, dimana letak kebingungan dari pertanyaan yang selalu muncul dalam kata pengantar buku-buku filsafat tersebut? jika dijawab “ayam lebih dahulu” maka akan muncul pertanyaan “dari mana ayam berasal?” maka sudah pasti akan dijawab “ayam berasal dari telur”. Begitupun sebaliknya, jika dijawab “telur lebih dahulu” maka akan muncul pertanyaan “dari mana asalnya telur”, tentu saja “telur berasal dari ayam”.

Ada kutipan singkat yang mengatakan bahwa “Yang terlebih dahulu ada adalah “Ada”, tidak mungkin muncul “Ada” yang lainnya jika “Sang ada” tidak ada terlebih dahulu”. Menurut saya jika diaplikasikan kepada pertanyaan kuno tersebut mungkin seperti ini, “Tidak mungkin sebuah telur ayam dinamakan “telur ayam” jika sebelumnya tidak pernah ada ayam”. Nah, pernyataan ini merujuk pada jawaban atas pertanyaan tersebut bahwa AYAM LAH YANG LEBIH DAHULU. Tapi tunggu dulu, saya tidak akan terlalu cepat menyimpulkan, berikut ini kita akan tengok berbagai teori ataupun penelitian yang pernah dikemukakan.

Analisis Filsafat Tentang Ayam dan Telur, Mana Lebih Dulu?
image: sci-techuniverse.com

1. Teori Evolusi

Dalam konsep teori evolusi, Ayam lah yang lebih dahulu, mengapa? maha karya Charles Darwin ini menyebut bahwa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan seisi alam semesta adalah hasil pertumbuhan (evolusi) yang sangat lama hingga berjuta-juta tahun lamanya, sebelum berevolusi menjadi makhluk bernama ayam yang saat ini kita kenal, diketahui ada nenek moyangnya yang disebut proto-chicken (ayam pada zaman purba).

Proto-chicken ini menghasilkan telur, namun yang pasti bukan telur ayam, melainkan telur proto-chicken. Kemudian telur proto-chicken ini bermutasi secara genetik dan mengalami evolusi dalam kurun waktu yang sangat lama hingga pada akhirnya menghasilkan sebuah telur proto-chicken terakhir yang menetas menjadi ayam. Urutannya adalah: proto-chicken, telur proto-chicken, ayam, telur ayam.

Jadi jawaban atas pertanyaan mana yang lebih dahulu antara ayam dan telur, secara teori evolusi adalah AYAM LEBIH DAHULU. Telur yang pada akhirnya menghasilkan ayam pertama di dunia belum bisa disebut sebagai telur ayam, karena status telur tersebut masih sebagai telur proto-chicken.

Lalu sekarang muncul pertanyaan dalam pikiran saya, antara proto-chicken dan telur proto-chicken, mana yang lebih dulu? 😀

image: nextnature.net

2. Konsep Teologi

Menindak lanjuti pertanyaan mengenai proto-chicken tadi, sekarang kita akan beralih konsep. Filsafat disebut juga sebagai upaya manusia dalam mencari “kebenaran”, namun mau bagaimana pun juga, filsafat selalu berujung pada pertanyaan-pertanyaan yang secara akal logika manusia tidak bisa jawab. Lalu apakah kebenaran selalu berujung pada pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh manusia? tentu saja Ya, jika manusia selalu menggunakan akal logikanya.

Beda cerita jika manusia tersebut mencari jawaban pada deskripsi Sang pencipta realitas kehidupan. Filsafat berisi berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab, sedangkan agama memiliki berbagai pernyataan yang bisa dijawab, filsafat dan agama bisa di sinkronisasi apabila posisi filsafat ada dibawah agama, filsafat sebagai konsep yang bertanya dan agama sebagai konsep yang menjawab.

Dalam Alkitab dihari kesekian Tuhan menciptakan manusia supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi (Kejadian 1:26). Jadi kesimpulannya adalah ayam terlebih dahulu yang diciptakan, kemudian ayam tersebut bertelur untuk melanjutkan konsep “ayam” yang diciptakan Tuhan berbarengan dengan konsep binatang lainnya, seperti konsep “ikan”, konsep “burung” dan konsep lainnya.

3. Logika

Logika adalah proses menalar yang mempertimbangkan berbagai argumen dan menguji berbagai argumen tersebut melalui definisi simbolis. Jika dijabarkan secara logika maka kita harus mendefinisikan apa itu ayam (chicken term) dan apa itu telur ayam (chicken egg term).

Ayam adalah hewan unggas yang dagingnya dapat dimakan, sedangkan telur adalah embrio ayam yang belum menetas, disini kita dapat menyimpulkan bahwa ayam adalah ayam yang aktual (nyata), sedangkan telur adalah ayam yang potensial (belum nyata). Karena yang aktual mendahului yang potensial, maka AYAM lah yang lebih dahulu.

4. Hasil Penelitian Dari Inggris

Pertanyaan ini mungkin pada awalnya memang hanya lelucon belaka, namun semua berubah ketika Stephen Hawking memecahkan teka-teki ini dan membawanya kearah yang lebih serius. Manusia dengan jajaran IQ tertinggi di dunia tersebut menjawab telur yang lebih dahulu, karena ia terkenal pintar banyak yang percaya dengan teorinya.

Namun jawaban Stephen Hawking terbantahkan, pasalnya pada musim panas tahun 2010, para peneliti dari Inggris menemukan jawaban ilmiah atas pertanyaan tersebut. Mereka meretakan telur ayam hingga pada akhirnya menemukan bahwa cangkang telur hanya dapat dibentuk oleh protein yang terdapat pada ovarium ayam saja.

Analisis Filsafat Tentang Ayam dan Telur, Mana Lebih Dulu?
image: http://hanzhangdesign.com

Protein tersebut bernama ovocledidin-17, dimana protein ini mengontrol proses kristalisasi cangkang telur, tanpa kehadirannya, cangkang telur tidak akan terbentuk.

Sehingga dapat disimpulkan dengan mudah bahwa ayam terlebih dahulu ada, dikarenakan cangkang telur tidak dapat dibentuk tanpa protein tersebut. Lalu darimana asal mula ayam yang menghasilkan protein ovocledidin-17 tersebut berasal?

Kita bisa kembali kepada teori evolusi, bahwa apapun itu namanya (proto-chicken), ayam telah berevolusi selama jutaan tahun lamanya sehingga menjadi wujudnya yang seperti sekarang, atau kita bisa beralih kepada konsep Teologi yang selalu memiliki jawaban atas pertanyaan filsafat yang tidak memiliki akhir dan tidak bisa dijawab oleh akal logika manusia 😀

Referensi:

  • https://www.kompasiana.com/ujangbandeung/ilmu-logika-semata-tidak-akan-pernah-bisa-menjawab-mana-yang-terlebih-dahulu-ada-ayam-atau-telor_5512d0048133119724bc5fd4
  • https://www.kompasiana.com/linus/ayam-dan-telur-ayam-mana-yang-lebih-dulu_54f853c6a333112b5e8b4b81
  • https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081203223936AA1Dd5w
  • https://science.idntimes.com/discovery/bayu/telur-atau-ayam-mana-yang-duluan/full

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.